Desa Adat Penglipuran Bali

Bali tak hanya mewah dengan keindahan pantainya saja ya guys…masih banyak tempat-tempat wisata di Bali yang wajib kamu kunjungi. Salah satunya adalah Desa Adat Penglipuran Bali. Apa sih uniknya Desa ini ? yuk, ikuti perjalanannya …

Let's go, follow me

Desa Tradisional Penglipuran memiliki potensi budaya yang hingga kini masih dilestarikan dalam bentuk rumah adat tradisional dengan keunikannya tersendiri. Ini yang membedakan antara desa Penglipuran dengan desa-desa lain yang ada di Bali. Keunikan tersebut tampak dari desain arsitektur rumah yang sama di setiap desa ini.

Jalan membentang di desa Panglipuran

Welcome to Penglipuran

Desa ini sangat indah dan asri. Bangunannya tertata rapi dari ujung ke ujung. Jalan desa yang berundak-undak sangat terawat dan terjaga kebersihannya. Disetiap angkul-angkul (pintu gerbang rumah adat bali) terdapat papan informasi dari jumlah anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Bentuk angkul-angkul yang khas dan seragam menonjolkan ciri yang dimiliki oleh desa Penglipuran.

Sebagian arsitektur yang nampak

Papan informasi penghuni

Kheiza di depan angkul-angkul

Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke desa Penglipuran sebagai tujuan wisata mereka. Kedatangan wisatawan ke desa ini, menjadikan peluang bagi penduduk desa untuk membuka usaha-usaha sendiri seperti homestay, menjual pernak-pernik Bali atau membuka warung makanan dan minuman. Salah satu minuman khas yang dijual di desa Penglipuran adalah minuman loloh cemcem, minuman ini sejenis jamu yang dibuat dari perasan daun cemceman. Rasanya tidak pahit seperti jamu-jamu pada umumnya kok. Loloh cencem memiliki rasa seperti permen nano-nano dan sangat segar sekali. Warnanya yang hijau dikemas di dalam botol plastik minuman.

Wanna stay overnight, anyone?

Merchandise untuk oleh-oleh

Desa Adat Penglipuran juga memiliki beberapa ciri khas suatu banjar, yaitu terdapatnya pura banjar, bale banjar dan bale kulkul. Pura banjar yang bernama Pura Penataran merupakan tempat krama banjar untuk melaksanakan aktivitas keagamaan. Pura ini berada tak jauh dari hutan bambu. Untuk bale banjar adat, berada di arah pintu masuk desa Penglipuran. Bale banjar ini berfungsi sebagai tempat musyawarah banjar dan juga aktivitas sosial lainnya.

Pura Penataran

Bale Banjar Adat

Bale Kulkul berada tepat disebelah Bale Banjar Adat. Kulkul merupakan kentongan yang berfungsi sebagai alat komunikasi tradisional yang digunakan untuk mengumpulkan warga banjar pada waktu rapat, memberitakan kematian seseorang, kerja bakti atau sebagai alarm adanya bencana. Tidak semua orang boleh memukul dan membunyikan kulkul. Harus ada perintah dan ijin dari Kelian (pemimpin) Banjar untuk membunyikan kulkul dan orang yang membunyikan kulkul tersebut dinamakan kesinoman atau juru arah.

Bale Kulkul

Panorama di desa Penglipuran memang sangat indah. Itu sebabnya desa Penglipuran sering dijadikan lokasi syuting drama sinetron termehek-mehek kita. hehehe. Siapa tau aja someday jeng Syahrini melakukan syuting video halan-halannya disini. Bergaya berputar-putar ciao bella, lalu berjalan maju mundur cantik dan tak lupa sambil mengucapkan jargon khasnya, “ullalla.. sesuatu yach!” sungguh cetar membahana.
Hahaha, *ngayal.

Foto di depan rumah adat

Foto di depan pura Penataran

Address: Jalan Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali
Tiket Masuk: Dewasa (Rp. 15.000), anak (Rp. 10.000)

vote data
comments powered by Disqus