Aku Imunisasi Campak

Wajah-wajah sebelum imunisasi

Pagi ini, Bunda sengaja datang ke sekolah untuk nemenin dan lihat langsung pelaksanaan imuniasi campak di sekolah. Walaupun semalam Kheiza bilang dia ga bakalan nangis, tapi tetap aja Bunda nya khawatir. Mau ga mau habis beres-beres rumah dan masak Bunda langsung cus ke sekolah. Kebetulan kali ini pihak sekolah mengizinkan wali murid untuk mendampingi.

Sesampainya di sekolah, ternyata kelas Kheiza belum dimulai juga acara suntik menyuntik nya. Anak-anak masih pada tenang belajar di dalam kelas. Sedangkan kelas-kelas sebelah sudah horor suasana nya. Suara tangis anak-anak bercampur cekikik kakak kelas yang kayaknya puas banget ngelihat adik kelas nya di bully jarum suntik.*hadeeehhh. dan tak kalah para emak yang juga was-was komat kamit berdoa khusuk di luar kelas. Juga termasuk sayah pastinya. hahaha.

Saat petugas kesehatan masuk ke dalam kelas Kheiza, seketika itu juga kelas menjadi horor. Wajah takut si anak sudah satu per satu muncul. Baris rapi kali ini seketika dirasa tidak menyenangkan bagi mereka. Andai saja ini antrian untuk mendapatkan ice cream, mungkin wajah-wajah polos mereka tidak se pucat sekarang ini.

Suasana antrian di dalam kelas

Lalu tiba juga giliran Kheiza. Walaupun dia tidak pernah nangis sama si jarum suntik, tapi Bunda yakin kali ini dia juga takut. Itu tampak saat Kheiza tak mau maju ke depan antrian sampai akhirnya ibu guru nya sendiri yang memanggil. Mungkin grogi juga saat lihat teman-teman nya nangis, bahkan teman nya yang jagoan itu pun kalah juga dengan jarum suntik.hahaha

Kaya digigit semut

Ternyata anak Bunda ini hebat, bisa disuntik tanpa nangis. Walaupun agak meringis-meringis nahan sakit, tapi tetap aja dia masih bisa bercerita tentang teman-teman nya yang nangis. Kamu juga bilang…kalau besok menjadi dokter, kamu akan berikan “Frozen” sama siapa aja yang suntiknya ga pakek nangis. hahaha. Selalu ada Frozen di hatimu ya nak ini ceritanya.

Yak, yang habis digigit semut

vote data
comments powered by Disqus